WBP Lapas Pasuruan Dipercaya Garap Ratusan Ribu Sarung Merek Atlas

PASURUAN – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Pasuruan mendapat kepercayaan untuk mengerjakan pesanan sarung PT Behaestex merek Atlas.

Tidak tanggung-tanggung jumlahnya kini mencapai puluhan ribu sarung. Dan bahkan akan bertambah menjadi ratusan ribu dalam waktu dekat.

“Kita mulai mengerjakan pesanan sarung ini sejak bulan Agustus lalu setelah MoU dengan PT Behaestex dan MUI Kota Pasuruan,” ujar Kasi Bimbingan Napi/Anak Didik dan Kegiatan Kerja Anggre Anandayu, Rabu (18/9/19).

Dalam sehari pihaknya bisa menyelesaikan hampir 700-an sarung. Sebenernya permintaan dari PT Behaestex sendiri dalam sehari seribu sarung tapi karena keterbatasan mesin dan tempat maka masih belum bisa terpenuhi.

Dikatakan Anggre bahwa kualitas pekerjaan WBP LP Pasuruan sangat baik dan memuaskan. “Mereka bilang sendiri dibanding tempat lain, kualitas di sini memang yang paling bagus dari segi jahitan dan kerapihannya,” terangnya.

Ada 60 WBP yang ikut mengerjakan pesanan sarung ini. Dengan rincian 20 orang menjahit kain sarung menjadi sarung jadi. Ada juga 20 orang mengerjakan penempelan hologram dan 20 orang penempelan stiker di tempat sarung. Untuk penempelan hologram dalam sehari bisa mencapai 40 ribu eksemplar.

“Kita juga sudah mendapatkan pesanan lagi sebanyak 150 ribu kotak sarung,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenkumhan Jatim Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga

Sementara itu, Kalapas Pasuruan Fikri Jaya Soebing sebelum sertijab berlangsung menjelaskan bahwa budaya sarungan memang menjadi kearifan lokal warga Pasuruan. Karenanya ketika ada kerjasama untuk pembuatan sarung pihaknya menerima dengan senang hati.

“WBP sangat antusias mengerjakan pembuatan sarung ini, hanya diajari satu minggu oleh PT Behaestex, sudah langsung banyak yang bisa padahal mereka tidak punya basic menjahit sekali,” tutur Kalapas Pasuruan.

Kesempatan langka membuat sarung tersebut memang benar-benar digunakan WBP untuk belajar secara maksimal.

“Alat jahitnya saja berbeda, begirupun dengan teknik menjahitnya, sangat berbeda dengan menjahit pakaian pada umumnya,” jelasnya.

Sertijab Tiga Pelaksana Tugas Kepala UPT Pemasyarakatan Jatim

Dipromosikannya tiga Kepala UPT pemasyarakatan jajaran membuat Kakanwil Kemenkumham Jatim, Susy Susilawati harus menunjuk Pelaksana Tugas (Plt). Hari ini (18/9) ketiga Plt. tersebut melakukan serah terima jabatan dari kepala UPT yang lama. Kegiatan yang dipusatkan di Lapas Pasuruan itu dipimpin langsung Kakanwil.

Susy yang didampingi Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono menjadi saksi penandatanganan berita acara serah terima jabatan. Zonna Andra akan menjadi Plt. Kalapas Pasuruan yang ditinggalkan Fikri Jaya Soebing.

Sementara Plt. Kalapas Tuban akan diemban Suntoro yang menggantikan Sugeng Indrawan. Dan Marsito akan digantikan Andris Sugiarto sebagai Plt. Kabapas Pamekasan.

Baca Juga:  Staf Ahli Menkumham Berikan Penguatan WBK/WBBM Kepada Peserta Raker Kemenkumham Jatim

Dalam sambutannya, Susy mengungkapkan bahwa beban kerja di Jatim akan semakin berat jika ingin mendapatkan prestasi yang luar biasa. Pasalnya, saat ini sudah banyak UPT yang tidak dipimpin kepala yang definitif.

Bahkan, pada Desember nanti juga banyak yang pensiun. Namun, Susy tetap optimis karena Plt. yang ditunjuk dianggap mampu untuk merangkap jabatan. “Untung kami memiliki stok kepala UPT yang hebat dan mampu mengemban dua jabatan sekaligus,” pujinya.

Memang, saat ini ada beberapa Kepala Rupbasan yang merangkap jabatan sebagai kepala UPT Pemasyarakatan. Agar tidak diremehkan, para Plt. tersebut harus menunjukkan kapasitasnya yang lebih dari yang lainnya.

“Siapa tahu nanti dikukuhkan pula dan menjadi kepala UPT yang definitif,” terang Susy.

Untuk itu, bekerjalah dengan maksimal. Jangan asal numpang saja. Tapi harus sebaik-baiknya. Juga kepada Kepala UPT yang bertugas di tempat baru. Susy mengaku sangat berat melepas ketiganya. Dimana prestasi ketiganya sangat menonjol.

Seperti Sugeng Indrawan yang berhasil membuat Wahana Asimilasi bagi WBP. Juga Fikri yang sedang getol-getolnya menata Lapas Pasuruan sehingga lebih baik dari sebelumnya. Termasuk Marsito yang sedang nyaman-nyamannya di Jatim. (AF).