Kumham Jatim-Pemkot Pasuruan Tandatangani MoU Pembangunan Lapas Terintegrasi

PASURUAN – Pembangunan Lapas Terintegrasi dengan Pusat Rehabilitasi Pecandu Narkotika dan Pondok Pesantren tak hanya angin lalu.

Sebagai bentuk komitmen, hari ini (3/5) digelar Penandatanganan Nota Kesepahaman/ MoU antara Kanwil Kumham Jatim dengan Pemkot Pasuruan.

Dengan begitu, pembagian tugas stakeholder yang terlibat semakin jelas.

Selain itu di tandatangani pula Nota perjanjian kerjasama antara Pemkot Pasuruan dan Lapas Pasuruan tentang Hibah Barang Milik Daerah berupa aset tetap tanah milik pemkot pasuruan untuk pembangunan lapas.

Walikota Pasuruan Syaifulah Yusuf dalam sambutannya menjelaskan bahwa pihaknya siap menghibahkan tanah seluas 5 hektar untuk pmbangunan lapas tersebut.

Baca Juga:  Tim Pembangunan ZI Terus Lakukan Konsolidasi Internal

Dan apabila Lapas yang baru nantinya telah beroperasi, lanjut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, pihaknya juga mengajukan ke pihak Menkumham agar bangunan lapas yang lama digunakan sebagai destinasi wisata.

Lapas Pasuruan telah dibangun sejak tahun 1870 karenanya telah menjadi heritage dan berpotensi menjadi museum nantinya.

“Kami yakin ini akan memberikan hasil yang maksimal untuk Kota Pasuruan,” urainya.

Dirjen Pemasyarakatan Reynhad Silitonga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Pemkot Pasuruan.

“Ini artinya masyarakat Pasuruan memahami bahwa pembinaan WBP sejatinya adalah tugas bersama,” jelasnya.

Baca Juga:  Kunjungi Kanim Kediri, Kakanwil Krismono Pesan Agar Tetap Berikan Pelayanan Terbaik

Dengan pembangunan lapas tersebut sedikit banyak dapat mengatasi overcrowded yang selama ini menjadi persoalan.

“Total jumlah WBP di Indonesia adalah 267 ribu orang dengan kapasitas 135 ribu. Artinya over kapasitas hampir dari 100 persen,” terangnya.

Dia menjelaskan apa yang telah dilaksanakan hari ini akan segera disampaikan ke Menteri Hukum dan HAM. Sehingga percepatan pembangunan lapas terintegrasi di Pasuruan akan segera terlaksana. (*)