Perwakilan Jaksa Tiongkok Apresiasi Kebersihan Lingkungan Rutan Surabaya

SURABAYA – Kunjungan Wakil Kejaksaan Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di Rutan Kelas I Surabaya sore ini (28/10) tidak hanya mendengarkan paparan saja.

Mereka juga diajak berkeliling Rutan. Rombongan dari Tiongkok dibuat heran sekaligus takjub dengan kondisi rutan yang terletak di Desa Medaeng itu.

Rombongan diantarkan langsung Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono dan Karutan Medaeng Teguh Pamuji.

Mereka berkeliling area Rutan Surabaya mulai dari perpustakaan, layanan mandiri (self service), blok hunian, gereja, dapur hingga Rutan Perempuan Surabaya.

Saat meninjau layanan mandiri, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Rakyat Daerah Otonomi Guangxi Zhuang Mr. Wei Fuxi terlihat mengerinyitkan dahi. Dia heran kenapa WBP diberikan keleluasaan untuk mengetahui hak-haknya secara mandiri.

Baca Juga:  Resmikan Pojok Coffee di Lapas IIA Sidoarjo, Stafsus Menkumham Harap Seluruh Pegawai Terapkan Corpu

“Di sana, tidak boleh seperti ini, ketika menuntut hak, tahanan harus ijin kepada petugas,” terangnya.

Apalagi ketika meninjau salah satu blok hunian. Di sana, mereka dibuat geleng-geleng kepala ketika melihat ratusan orang berkumpul dalam satu ruang sempit dan pengap. “Ini bagaimana mereka tidurnya?” Tanyanya heran.

Dia mengungkapkan, bahwa jika kondisi seperti ini terjadi di Tiongkok, maka potensi terjadi konflik sangat tinggi.

“Pihak Rutan Medaeng ini sangat luar biasa bisa menjaga rutan tetap kondusif dan aman,” sanjung Wei Fuxi.

Baca Juga:  Berhasil Gagalkan Penyelundupan Pil Koplo, Kakanwil Krismono Apresiasi Kinerja Rutan Surabaya

Namun, lagi-lagi Wei Fuxi dibuat heran dengan kondisi dapur yang kecil. Namun bisa tetap memenuhi kebutuhan ribuan WBP. “Tapi saya takjub karena kondisi dapur dan lingkungannya sangat bersih,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Teguh mengungkapkan bahwa hal tersebut tak lepas dari budaya kerja yang diterapkan pihaknya.

Dimana di awal hari selalu dimulai dengan apel pagi dan coffee morning. Dirinya selalu menekankan kepada pegawai agar selalu ingat dengan Tuhan.

“Karena tidak mungkin 193 pegawai harus menjaga sebanyak ini tanpa ada bantuan dari yang maha kuasa,” ungkap Teguh. (AF)