Kemenkumham Jatim Daftar Hak Cipta Aplikasi SIAP ZI

JAKARTA – Kanwil Kemenkumham Jatim telah mendaftarkan hak cipta Aplikasi SIAP ZI (Sistem Informasi Administrasi Pembangunan Zona Integritas) kepada Dirjen Kekayaan Intelektual.

Hari ini (7/10) Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati menerima Surat Pencatatan Ciptaan Aplikasi SIAP ZI dari Staf Ahli Menkumham Bidang Ekonomi Razilu. Susy mengungkapkan bahwa Aplikasi SIAP ZI didedikasikan untuk Indonesia khususnya Kemenkumham.

Susy mengatakan bahwa, pendaftaran hak cipta aplikasi SIAP ZI merupakan bentuk taat hukum dari pihaknya. Sekaligus menggugah kesadaran pentingnya mendaftarkan hasil karya anak bangsa, dalam hal ini Tim TI Kanwil Kemenkumham Jatim.

Dengan didaftarkannya aplikasi ini, bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk sadar hukum. “Alhamdulillah, ini kami bisa membuktikan sendiri bahwa pencatatan hak cipta bisa berlangsung cepat, karena sehari langsung jadi,” terang Susy di Jakarta.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Jatim Lantik Bek Persib Bandung Jadi WNI

Meski sudah tercatat sebagai aplikasi milik Kanwil Kemenkumham Jatim, namun Susy menegaskan bahwa aplikasi ini dari awal sudah direncanakan untuk didedikasikan kepada Kemwnkumham RI. Atau bahkan untuk Kementerian/ Lembaga lain yang membutuhkan.

“Aplikasi ini beberapa waktu lalu sudah diminta Deputi KemenPAN-RB, kami dengan semangat memberikan aplikasi ini, demi kepentingan pembangunan ZI di seluruh satker di Indonesia,” tegas Kakanwil Kemenkumham Jatim.

Termasuk jika aplikasi ini akan diintegrasikan dengan aplikasi elektronik Reformasi Birokrasi (e-RB) yang dikembangkan Biro Perencanaan. Menurut rencana, sistem e-RB akan menjadi wadah bagi aplikasi lain seperti e-PMPRB, SIAP ZI dan survey IPK/ IKM dari Balitbang Kumham.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham Jatim Hadiri Syukuran Pengukuhan Guru Besar Menkumham

Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan dari beberapa staf ahli Menkumham mulai dari Nugroho (Bidang Penguatan RB), Razilu (Bidang Ekonomi) dan Ambeg Paramartha (Bidang Politik dan Keamanan). Ketiganya memang meminta agar dilakukan integrasi sistem atau aplikasi yang sudah dibuat.

“Inilah kesempatan kita untuk mengimplementasikan salah satu tata nilai PASTI, yaitu SINERGI,” terang Razilu. (Ran).

- Advertisement -