Tari Remo Kolosal Pegawai Kemenkumham Jatim Untuk Meriahkan HUT RI Ke-74

SURABAYA – Kanwil Kemenkumham Jatim punya cara unik untuk memperingati usia Republik Indonesia yang memasuki tahun ke 74 ini.

Kanwil Kemenkumham Jatim memilih untuk melestarikan budaya Indonesia khususnya Jawa Timur yaitu Tari Remo Gagrag Anyar.

Tari kolosal itu dilakukan pagi ini (15/8). Dengan pakaian serba merah dan memakai selendang, para pegawai menari di halaman kanwil. Baik pimti pratama, pejabat struktural, JFT dan JFU semuanya terlibat.

Dipimpin tiga penari profesional, para pegawai turut berlenggak-lenggok menirukan gerakan tari asal Jombang itu. Tak hanya itu, kibasan selendang membuat suasana semakin meriah. Meski beberapa pegawai terlihat masih terbata-bata.

“Kami ingin menggugah semangat pegawai untuk mencintai dan melestarikan budaya yang ada, tari remo dipilih karena sangat dekat dengan masyarakat Jatim,” ujar Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati.

Baca Juga:  Kemenkumham Jatim Gelar Rapat Finalisasi Persiapan Pekan HDKD

Tarian Remo, lanjut Susy, tidak dapat dilepaskan dari catatan sejarah dan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Karena kedua unsur tersebutlah yang menjadikan Tari Remo sebagai tarian yang unik. Memang, awal mulanya, tari ini dibuat oleh seniman-seniman jalanan pada masa lalu dengan memberi tema seorang Pangeran yang dikenal gagah dan berani.

“Semangat gagah berani inilah yang coba kami ambil, layaknya para pejuang kita dulu dalam merebut republik ini dari penjajah,” urainya.

Meriahkan Dengan Beragam Jenis Lomba 17

Lomba khas menyambut HUT RI yang jatuh tiap 17 Agustus juga diadakan di Kanwil Kemenkumham Jatim. Mulai lomba makan krupuk, balap karung dan balap terompah digelar. Kemeriahan dan keceriahan pun nampak dari suasana dan raut muka pegawai.

Baca Juga:  Kakanwil Beri Penguatan Kepada 32 Kalapas/ Karutan

Seluruh pegawai tumplek blek di halaman. Mereka terlihat antusias mengikuti kegiatan. Baik pimti pratama, pejabat struktural, JFT dan JFU berbaur menjadi satu. Memperebutkan posisi terbaik di tiap lomba.

Kegiatan diawali dengan lomba “Topi Nyantol”. Tiap peserta nampak berusaha mengaitkan topinya ke pengait yang telah disiapkan. Teriknya panas matahari tak menyurutkan semangat peserta. Semakin siang, acara semakin seru. Apalagi ketika lomba balap terompah dan balap karung.

“Lomba 17an ini sangat bermanfaat untuk menjaga kekompakan antar pegawai,” terang Kakanwil Kemenkumham Jatim.

Susy berharap, dengan memeriahkan HAT ke-74 RI ini, bisa menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan antar pegawai. Sehingga, juara bukanlah orientasi utama.

“Kami mementingkan kebersamaan, sehingga bisa berdampak positif kepada kinerja,” harapnya. (Red).