Reuni Kalapas Surabaya Jadi Ajang Penguatan Kepala UPT Pemasyarakatan Jatim

SIDOARJO – Peningkatan kapasitas diri tak melulu dilakukan dalam kelas saja. Kegiatan sharing session dengan para senior dan purna pengayoman Kalapas Kelas I Surabaya, hari ini (13/7) juga bisa jadi wadah yang efektif. Para senior, purna pengayoman dan kepala UPT yang masih aktif saling bertukar pengalaman untuk menunjang tugas dan fungsinya sehari-hari.

Kegiatan yang diadakan di Lapas Kelas I Surabaya di Porong Sidoarjo itu diikuti 11 mantan Kalapas Porong. Baik yang sudah purna mulai Marjaman (1995-1998), Sugeng Handrijo hingga Nur Ahmad. Maupun yang masih aktif seperti Kakanwil DKI Jakarta Bambang Sumardiono hingga Kadiv Pemasyarakatan Jatim Pargiyono.

Baca Juga:  Menkumham Apresiasi Inovasi Layanan Paspor Imigrasi Tanjung Perak

Masing-masing ‘alumni’ diminta memberikan pengalaman dan wejangannya kepada para Kepala UPT Pemasyarakatan, pegawai lapas dan undangan yang hadir. Mayoritas mengingatkan tentang pentingnya menjaga integritas. Serta selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas. Pasalnya, tantangan dan tuntutan pekerjaan semakin tinggi. Sehingga perlu adanya effort yang juga besar.

Selain itu, juga ada penguatan dari mantan Sesditjen Pemasyarakatan Dindin Sudirman. Pria yang saat ini aktif di Forum Pemerhati Pemasyarakatan itu menjelaskan tantangan pemasyakaratana ke depannya. Menurutnya, pemasyarakatn menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur sejauh mana peradaban sebuah bangsa.

Baca Juga:  Tim PPK Pembangunan Rutan Perempuan Surabaya Laporkan Progres Kinerja

“Tolak Ukur Peradaban itu bisa diukur dari bagaimana bangsa itu memperlakukan penghuni penjara,” terangnya.

Untuk itu, menurutnya paradigma dilayani harus segera diganti dengan semangat melayani. Sehingga, penyimpangan dalam pelaksanaan tugas bisa dihilangkan. Diskusi berlangsung gayeng hingga menyelesaikan sesi tanya jawab. (Red).