Kanwil Kemenkumham Jatim Tingkatan Pembimbingan Klien Pemasyarakatan

SURABAYA – Pembibingan Klien Pemasyarakatan menjadi peran penting dalam suksesnya proses memasyarakatkan WBP. Mengingat hal tersebut, Kanwil Kemenkumham Jatim berupaya untuk memberikan pembibingan klien pemasyarakatan yang tepat sasaran. Untuk mencapai target tersebut, hari ini (14/6) diadakan konsultasi teknis pemasyarakatan terkait Pedoman Program Pembimbingan Berdasarkan Tingkat Resiko dan Kebutuhan.

Dalam kesempatan tersebut, menghadirkan narasumber Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Ditjen Pemasyarakatan Tatan Rahmawan. Bertempat di Aula Kantor wilayah, peserta yang hadir merupakan PK dan Asisten PK Bapas se Jawa Timur.

Kabid Pembinaan, Bimbingan dan TI Saifur Rachman dalam sambutannya mengatakan bahwa keberhasilan program pembinaan di dalam lapas dipengaruhi oleh keberhasilan pembinaan di luar lapas. Menurutnya, Keberhasilan pembinaan dan pembimbingan di luar lapas akan dapat mengurangi tingkat residivisme.

Baca Juga:  Dirjen Imigrasi Pantau Kesiapan Kanim Surabaya Bangun ZI Menuju WBK

“Yang pada akhirnya juga akan berpengaruh pada penurunan tingkat hunian di dalam rutan atau lapas,” terangnya.

Baca Juga:

Bahkan, karena pentingnya proses pembinaan di luar lapas, Ditjen Pemasyarakatan telah menerbitkan Surat Edaran tentang Penilaian Perubahan Perilaku dan Pemenuhan Kebutuhan bagi Klien. Yang mengatur tentang standar penilaian perubahan perilaku berdasarkan tingkat risiko dan pemenuhan kebutuhan bagi klien pemasyarakatan.

Baca Juga:  B06 Semakin Dekat, Kakanwil Kemenkumham Jatim Kembali Evaluasi Pelaksanaan Tarja

“Program pembimbingan di luar lapas menjadi salah satu prioritas,” ujarnya.

Penetapan Jabatan Fungsional Tertentu PK dan APK tentu sebagai bentuk penghargaan. Namun di sisi lain juga ada tuntutan kinerja yang maksimal. Termasuk adanya target kinerja dengan standar dan ukuran keberhasilan yang berbeda dengan JFU.

“Kami sangat mengharapkan agar para peserta dapat betul-betul memanfaatkan forum ini untk menambah dan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pembinaan dan pembimbingan narapidana dan klien pemasyarakatan,” urainya. (Red).