Menko Polhukam Dorong Pembangunan Lapas Terintegrasi di Pasuruan

PASURUAN – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD berkunjung ke Lapas Kelas IIB Pasuruan hari ini (2/5).

Pria asli Madura itu melihat kondisi lapas dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP). Dia mendorong pembangunan lapas baru yang terintegrasi dengan pusat rehabilitasi pecandu narkotika dan pondok pesantren yang akan jadi pilot project nasional.

Dalam kunjungannya, Mahfud didampingi Dirjen Pemasyarakatan Reynhad Silitonga, Kakanwil Kumham Jatim Krismono dan Walikota Pasuruan Syaifulah Yusuf. Rombongan mengitari seluruh sudut lapas.

Diawali dengan menyambangi Blok D2 dan D3 yang juga dimanfaatkan sebagai Ponpes Daarut Taubah.

Baca Juga:  Siap Menyongsong WBK, Staf Ahli Menkumham Beri Apresiasi Lapas Pasuruan

Dia sempat berhenti melihat kegiatan para santri yang tengah istigotsah. Mahfud tampak khidmat menyaksikan WBP merapalkan kalimat suci.

Krismono yang berada disampingnya menjelaskan bahwa santri tersebut adalah program unggulan Lapas Pasuruan.

Setiap angkatan berjumlah 100 orang. Dengan kurikulum selama enam bulan. Jika lulus, akan diwisuda.

“Sudah ribuan alumni dari ponpes Lapas Pasuruan ini,” ujar Krismono.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke bengkel kerja. Mahfud menyaksikan proses penjahitan sarung, merangkai surban, hingga turut serta dalam proses akhir di meja Quality Control (QC).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tampak teliti memeriksa satu persatu hasil kerja WBP. Dia melihat satu persatu jahitan sarung yang sudah dikerjakan oleh WBP tersebut dengan cermat.

Baca Juga:  Sertijab Karudenim Surabaya, Kakanwil Krismono Apresiasi Kinerja Heru Hartono

Mahfud mengatakan kunjungannya kali untuk melihat sejauh mana pengelolaan lapas di Pasuruan.

“Saya melihat cukup berhasil apa yang sudah dilaksanakan oleh lapas,” terangnya.

Namun, lanjut Mahfud, kondisi sekarang masih perlu ditingkatkan lagi untuk mengoptimalkan fungsi pembinaan. Salah satunya dengan membangun lapas baru yang lebih luas dan representatif.

Dia mendukung penuh rencana Pemkot Pasuruan dan Kanwil Kumham Jatim untuk membangun lapas terintegrasi dengan tempat rehabilitasi pecandu narkotika dan pondok pesantren. (*)