Kakanwil Jatim Kukuhkan Ratusan Pelajar Sadar Hukum Kota Batu

BATU – Sebanyak 250 pelajar dari 8 sekolah di Kota Batu hari ini Senin (14/10) dikukuhkan sebagai Pelajar Sadar Hukum.

Pengukuhan oleh Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati tersebut dilaksanakan di Gedung Graha Pancasila Pemkot Batu.

Hadir mendampingi Kakanwil yaitu Kadiv Yankumham Hajerati dan Kabag Umum Dewi Atmi Listyorini. Kegiatan diawali deklarasi pelajar sadar hukum oleh seluruh siswa.

Dilanjutkan dengan pengukuhan secara simbolik yaitu penyematan selempang oleh Kakanwil dan penyerahan piagam oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko.

Dalam sambutannya, Susy mengapresiasi Pemkot Batu yang sangat proaktif dalam menciptakan kader-kader di bidang hukum dengan membuat forum pelajar sadar hukum.

Baca Juga:  Dirjen Imigrasi Resmikan UKK Kanim Malang di Probolinggo

Hal tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pelajar sebagai generasi penerus bangsa. Yaitu dengan meningkatkan kesadaran hukum bagi pelajar.

“Setelah dikukuhkan maka tanamkan dalam hati bahwa saya adalah pelajar sadar hukum,” katanya.

Selain pengetahuan dan keterampilan, lanjut Susy, para pelajar juga perlu dibekali dengan pengetahuan hukum dan cara mengimplementasikannya di dalam kehidupan sehari-hari. Kakanwil juga menyinggung terkait permasalahan pelajar seperti tawuran, narkoba, bullying, kekerasan dalam sekolah.

Hingga kejadian yang menjadi pembicaraan hangat di media massa yaitu ikut sertanya pelajar dalam demonstrasi di jakarta beberapa waktu lalu karena terpengaruh ajakan di media sosial saja. “Ingat tugas saudara sebagai pelajar hanya satu yaitu belajar,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jelang Akhir Tahun Pimti Kemenkumham Jatim Fokus Serapan Anggaran

Sementara itu Dewanti mengatakan bahwa pengukuhan ini bukan saja sebagai formalitas saja karena yang terpenting adalah implementasi sehari-hari.

“InsyaAllah sampai saat ini dan mudah-mudahan tidak pernah, adanya bullying dan kekerasan di sekolah di Kota Batu,” ujarnya.

Penyuluhan hukum terpadu bagi pelajar kota batu yang diberikan dalam kegiatan tersebut dilakukan untuk menambah pengetahuan untuk mencegah kenakalan remaja.

“Hati-hati dalam menggunakan media sosial karena hoaks banyak beredar dan yang terpenting adalah bekali ilmu setinggi-tingginya,” pesannya. (AF).