Kakanwil Kemenkumham Jabar Klaim Sudah Ingatkan Agar Setnov Tak ‘Aneh-aneh’

BANDUNG – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jabar Liberti Sitinjak mengklaim pihaknya telah menasihati narapidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto dan istrinya, Deisti Astriani Tagor, untuk tidak menyalahgunakan izin berobat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung.

Sebelumnya, Setnov melanggar izin berobat yang diberikan pihak Lapas Sukamiskin. Mantan Ketua DPR itu tertangkap basah tengah pelesiran di kawasan Padalarang, Bandung Barat, Jumat (14/6) malam.

“Saya waktu itu datang [ke rumah sakit] nasihati dia, saat itu ada istrinya,” kata Liberti, Sabtu (15/6).

“Saya bilang, kalau berobat ya berobat saja, tidak usah aneh-aneh,” imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terkait sosok yang mendampingi Setnov pelesiran, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkum HAM Jawa Barat Abdul Aris menduga Setnov bersama istrinya, Deisti Astriani Tagor.

“Kalau lihat gambar [pelesiran], fotonya dengan istrinya,” kata Abdul.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Keimigrasian, Kemenkumham Bangun Gedung Baru Kanim Bogor

Diketahui, Setnov menjalani perawatan atas penyakit yang dideritanya di Rumah Sakit Santosa Bandung sejak 12 Juni 2019.

Abdul bersama Liberti pun telah menjenguk sekaligus mengecek keberadaan Setnov di rumah sakit. Menurut Abdul, Setnov memang bersama istrinya.

“Pada saat saya dengan Pak Kakanwil sidak ke RS Santosa, keluarganya (istrinya) ikut menunggu,” ujar Abdul.

Baca Juga: Ketahuan Pelesir, Setnov Dipindah ke Rutan Gunung Sindur

Setelah aksi pelesiran itu terungkap, lokasi penahanan Setnov dipindah ke Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur, Bogor, pada Jumat (14/6) malam.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin Tejo Harwanto mengatakan barang-barang milik Novanto sudah dibawa petugas ke

“Barang-barang Setnov sudah dibawa petugas Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur sekitar jam 13.30 WIB,” kata Tejo di Bandung, Sabtu (15/6).

Baca Juga:  Ketahuan Pelesir, Setnov Dipindah ke Rutan Gunung Sindur

Tejo menyebut barang-barang Setnov yang dibawa ke Rutan Gunung Sindur di antaranya pakaian dan obat-obatan.

“Tadi saya lihat ada baju, celana, dan obat-obatan. Itu dibawanya pakai kotak plastik besar,” katanya.

Berdasarkan pantauan di Lapas Sukamiskin, terlihat petugas lapas membawa sejumlah kantung plastik besar keluar lapas. Namun petugas tersebut enggan menyebutkan kepemilikan barang-barang yang ada didalam kantung plastik itu.

“Bukan, ini hanya barang bekas,” kata petugas Lapas Sukamiskin.

Kantung plastik itu dibawa ke dalam mobil penyedia jasa pencucian dan dibawa keluar Lapas Sukamiskin.

Sebelum kepergok pelesiran, mantan Ketua DPR tersebut menjalani perawatan karena penyakit yang dideritanya di Rumah Sakit Santosa, Bandung sejak 12 Juni 2019. Sejak itu Novanto belum lagi pulang ke Lapas Sukamiskin hingga saat dirinya dipindahkan. (Red).