Meski Deviasi Positif, Kakanwil Tetap Ingatkan Agar Proyek Pembangunan Kanim Kediri Sesuai Disbursement Plan

KEDIRI – Kunjungan kerja Pimti Pratama di Kediri hari ini (27/10) berlanjut. Usai meninjau ‘Layanan Paspor Simpatik’,

Kakanwil langsung meninjau progres pembangunan Kanim Kediri yang baru. Kakanwil mengingatkan agar panitia pembangunan proyek tetap on the track, sesuai disbursement plan.

Seperti sebelumnya Susy melakukan peninjauan didampingi Kadiv Administrasi Haris Sukamto dan Kakanim Kediri Rakha Purnama. Selain itu, Kalapas dan Kabapas Kediri Kusmanto Eko dan Yuyun Nurliana turut menyertai.

Susy meninjau setiap sudut bangunan dua labtai itu. Dia mengecek progres proyek yang struktur bangunan utamanya sudah terbentuk itu.

Begitu juga dengan Haris yang banyak memberikan masukan agar pihak Kanim terus melakukan kontrol pengerjaan proyek. Salah satunya terkait tata letak kabel kelistrikan, hydrant hingga pipa pembuangan kotoran.

Baca Juga:  Berkelakuan Baik, 13.442 Narapidana di Jatim Dapat Remisi Umum Kemerdekaan

“Pemasangannya haris dipastikan benar-benar pas, jangan sampai ada yang salah karena nanti akan susah di kemudian hari,” ujar Haris.

Kakanwil berharap seluruh pengerjaan selesai tepat waktu. Lebih baik lagi jika melebihi target. Dia berpesan agar panitia pembangunan melakukan pencairan dana sesuai disbursement plan.

“Pastikan pencairan dana sesuai tahapan, jangan dirapel di akhir, karena akan mempengaruhi nilai penyerapan anggaran kita,” pesan Susy.

Menurut Rakha, saat ini pembangunan Kanim Kediri mengalami deviasi positif. Dari target 33% saat ini progres sudah mencapai 40 persen. Bahkan, minggu depan sudah masuk dalam proses pemasangan lantai granit.

Baca Juga:  Imigrasi Kediri Gelar Sosialisasi Izin Tinggal Orang Asing

“Targetnya pada pertengahan Desember sudah siap diremikan, kami optimis untuk bisa menyelesaikan proyek sesuai target yang ditentukan,” tutur Rakha.

Kanim Kediri yang baru dibangun di atas tanah bekas Balai Informasi dan Penyuluhan Pertanian (BIPP) Kecamatan Grogol.

Kantor yang dibangun di atas bidang tanah seluas 9330 meter persegi itu mengusung konsep modern, ramah lingkungan dan berbasis HAM. (pank)