Layanan Paspor Simpatik Kanim Surabaya, Terpantau Lancar di Minggu ke-3

SIDOARJO – Memasuki minggu ke-3, layanan paspor simpatik Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terpantau lancar. Tercatat sebanyak 56 pemohon di layani dari 100 kuota harian yang tersedia, pada Sabtu, (12/1/18).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Barlian mengatakan bahwa, layanan ini merupakan rangkaian agenda yang secara khusus di selenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhakti lmigrasi ke-69.

“Adapun pelaksanaannya,dilakukan pada hari sabtu setiap minggunya, mulai 28 Desember 2018 hingga 19 Januari 2019,” kata Barlian, Sabtu (12/1/18).

Dengan mengusung semangat pelayanan prima dalam peringatan hari Bhakti lmigrasi ke-69, lanjut Barlian, diharapkan akan membantu pemohon khususnya bagi yang berhalangan melakukan permohonan paspor pada hari kerja.

Baca Juga:  Kanwil Kemenkumham Jatim Gelar Pendampingan Penyempurnaan SOP

“Selain itu,diharapkan pula agar masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini sebaik-baiknya, mengingat layanan paspor simpatik ini akan berakhir minggu depan,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal (Doklanintal) Ramdhani menambahkan bahwa, dalam layanan paspor simpatik ini, para pemohon akan dilayani dengan sepenuh hati, sehingga masyarakat akan merasa semakin nyaman.

“Para petugas pun saat melayani tidak lagi mengenakan seragam Dinas Imigrasi, sehingga tidak terkesan kaku. Semuanya akan dibikin nyaman pada layanan paspor simpatik ini,” ujar Ramdhani.

Baca Juga:  Ramdhani Resmi Gantikan Novianto Sulastono Pimpin Kanim Malang

Ramdhani juga menjelaskan bahwa, kuota yang disediakan sebanyak 100 pemohon saja. “Jika dalam waktu dua jam kuota jumlah pemohon tuntas dilayani, saat itulah layanan ditutup,” jelasnya.

“Jadi masyarakat bisa manfaatkan layanan simpatik ini dengan baik,” tambahnya.

Untuk bisa mendapat layanan simpatik ini, para pemohon seperti hari biasa harus lebih dulu antre melalui pendaftaran online. “Setelahnya pemohon membawa berkas. Berkas itu meliputi akta kelahiran, KTP, KK, Surat Nikah, dan ijazah SMA atau SMP,” tandasnya. (Red)