Terapkan Zero Waste, Kakanwil Krismono Tinjau Budidaya Magot Lapas Malang

MALANG – Lapas Kelas I Malang membudidayakan magot untuk mengurai sampah domestik yang dihasilkan dari sisa makanan warga binaan.

Hal ini menjadi upaya Lapas yang dipimpin Agung Krisna itu untuk menciptakan zero waste food.

Hari ini (6/5) Kakanwil Krismono meninjau proses budidaya belatung lalat BSF itu.

Hal itu dilakukan Krismono saat melakukan bintorwasdal ke Lapas Malang siang ini. Ditemani Kalapas Agung dan jajarannya, Krismono meninjau pelayanan publik di ruang kunjungan keluarga WBP hingga kesiap siagaan pelayanan dapur WBP.

Baca Juga:  Bintorwasdal ke Kanim Malang, Kakanwil Minta Pegawai Komitmen Raih Predikat WBK

Tak sampai disitu, Krismono juga melakukan sidak ke blok-blok hunian, aula olahraga, tempat pelatihan bimbingan kerja dan tak ketinggalan beliau meninjau taman baca Majapahit yang menjadi ikon baca Lapas Malang.

“Saat pandemi, kita harus lebih siap dan memastikan WBP mendapatkan asupan gizi yang seimbang,” tuturnya.

Krismono juga meninjau budidaya Magot yang diproyeksikan sebagai pakan utama budi daya lele.

Sehingga, selain mengurai sampah dan meminimalisir limbah domestik, magot itu nantinya juga bisa menekan pengeluaran budi daya lele lewat pencampuran pakan.

Baca Juga:  Gubernur Khofifah Dukung Penuh Penanganan COVID-19 di Lapas/Rutan di Jatim

“Pembinaan yang dilakukan memang harus saling menopang, sehingga menghasilkan keuntungan bagi negara melalui PNBP lebih besar juga,” pesan Krismono. (Red)