Tanggapi Pernyataan Resmi WHO Terkait Penyebaran Corona Lewat Udara, Imigrasi Tanjung Perak Lakukan Fogging Disinfektan

SURABAYA – Untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Tanjung Perak melakukan fogging disinfektan.

Kepala Kanim Tanjung Perak, Sugiono menjelaskan bahwa, fogging disinfektan ini dilakukan bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Untuk sasaran fogging disinfektan ini adalah seluruh area kerja di lingkup Kanim Tanjung Perak seperti Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di pelabuhan tanjung perak, Unit Layanan Paspor (ULP) di Lenmarc Mall dan ULP di Pasar Atom Mall.

“Kami menggandeng perusahaan SAI CLEAN untuk melakukan fogging disinfektan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya antisipasi lanjutan dimana ruang publik yang banyak terdapat aktivitas orang semestinya mendapat sterilisasi dari potensi paparan virus. Apalagi sejak Kota Surabaya ditetapkan sebagai Kota dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak di Indonesia. Dan kota ini disebut sebagai black zone atau zona hitam,” jelas Sugiono, Jumat (10/7/2020) sore.

Dikatakan Sugiono, kegiatan pengasapan (fogging) disinfektan itu juga akan dilakukan di Unit Kerja Kantor (UKK) Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak di Kabupaten Bojonegoro. Sebab menurut dia, cara kerja fogging ini menggunakan mesin Fogging Ultrafine Mist yang bekerja khusus untuk menghasilkan asap yang akan menyebar ke seluruh area ruangan maupun kabin mobil melalui sistem pendingin udara (AC).

“Jadi tidak hanya ruangan. Kami juga melakukan fogging di kendaraan mobil dinas. Asap yang berasal dari cairan ultra mist liquid by SAI CLEAN ini juga aman, karena bahan utama liquidnya menggunakan Waterbased dan Water Sterile Aquades. Sehingga sangat aman bagi siapapun terutama anak kecil,” kata Sugiono.

Baca Juga:  Kembali Lakukan Disinfektasi Kantor, Kakanwil Krismono Harap Jajarannya Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Sugiono pun menambahkan, kandungan anti bacterial dan antiviral yang terkandung di dalam liquidnya juga efektif membunuh kuman, bakteri serta virus. Sistem fogging ini juga dapat mengurangi aktivitas bakteri dan jamur, menghilangkan penumpukan koloni bakteri, mengurangi bau tidak sedap di dalam ruangan dan mobil, serta mampu mengurangi penyebaran bakteri dan virus lewat udara.

“Ya memang sampai saat ini belum ada obatnya (vaksin) untuk virus corona. Namun fogging ini adalah bentuk prefentif kami lebih kepada pencegahan. Apalagi saat ini sedang ramai diperbincangkan mengenai penularan virus Corona melalui airborne atau udara khususnya di ruangan tertutup,” tambahnya.

Mantan Kakanim Tasikmalaya ini pun berharap pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya bisa cepat berlalu. Sebab pandemi ini membuat banyak lini kehidupan harus terhenti karena penyebarannya yang masif dan mematikan.

“Semoga semuanya kembali normal, semoga virus ini cepat berlalu, sehingga kita bisa kembali beraktivitas seperti dulu,” pungkas Sugiono.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini memperbarui pedoman terkait rute penularan Virus Corona.

Menurut WHO penyebaran COVID-19 disebut bisa terjadi lewat udara atau airborne di ruangan tertutup. Selain cuci tangan dan jaga jarak, ventilasi yang baik juga harus diperhatikan.

Baca Juga:  Jalin Kerjasama, Kepala Imigrasi Tanjung Perak Silaturahmi dengan Kapolrestabes Surabaya

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, mengatakan bahwa sebaran Corona melalui udara lebih disebabkan oleh mikrodroplet.

“Dari beberapa kali kami mencoba berkomunikasi dengan WHO, sebenarnya kasus ini lebih cenderung disebarkan oleh mikrodroplet,” tutur dr Yuri dalam siaran konferensi pers BNPB, Jumat (10/7/2020).

Disebutkan oleh dr Yuri, mikrodroplet adalah droplet yang sangat kecil dan bisa bertahan lama di suatu ruangan apabila tempat tersebut sirkulasi udaranya tidak berjalan dengan baik. Ukuran mikrodroplet yang sangat kecil memungkinkan virus itu beterbangan dan melayang.

“Partikel droplet bisa melayang cukup lama di udara sehingga memungkinkan siapapun yang nantinya berada di ruangan dan tidak menggunakan masker atau mengenakan masker tapi tidak tepat, akan sangat mudah tertular,” jelasnya.

Untuk mencegah penularan Corona melalui mikrodroplet di tempat tertutup, selain memakai masker, usahakan area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika memungkinkan, gunakan kipas angin atau exhaust fan agar udara yang ada di dalam ruangan secara berkala diganti oleh angin segar dari luar.

“Sekali lagi kami ingatkan pertama upayakan di semua ruang kerja dijamin sirkulasi udaranya baik. Kalau memungkinkan jendela di buka di pagi hari agar udara bisa masuk,” pungkasnya. (AF)