Rutan Cipinang Ditembak Orang Tak Dikenal, Berikut Kronologinya

JAKARTA – Pos penjagaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I Cipinang, Jakarta Timur ditembak oleh orang tak dikenal, pada Senin (10/2) dini hari. 

Menurut Kepala Rutan Cipinang, Muhammad Ulin Nuha, menceritakan kronologi peristiwa penembakan itu. Kata dia, ada dua kali tembakan dan tidak ada korban jiwa.

“(Senin (10/2) Jam 2 dini hari pada saat anggota jaga di pos, jadi dua kali tembakan dari luar, dari jalan. Sudah dikoordinasikan dengan Polres, sudah ditindaklanjuti oleh pihak Polres,” kata Ulin saat ditemui di Rutan Cipinang, Jakarta, Senin (10/2).

Ketika peristiwa terjadi ada tiga orang personel yang sedang bekerja. Para penjaga, kata dia, langsung melakukan pemeriksaan begitu suara tembakan terdengar. 

Ia berujar saat itu belum dicurigai penembakan karena penjaga tidak menemukan bukti apa-apa.

Baca Juga:  Berkelakuan Baik, 13.442 Narapidana di Jatim Dapat Remisi Umum Kemerdekaan

“Pada saat terdengar bunyi peluru yang mengenai kaca, anggota langsung melaksanakan pemeriksaan dan tidak ada yang mencurigakan,” tutur Ulin.

Pada pukul 07.00 WIB, petugas menemukan kaca di pos jaga tergores.

Menurut Ulin, peristiwa penembakan itu tak mengganggu operasional Rutan Cipinang. Selain itu, ke depan, Ulin menyatakan pihaknya akan memperketat keamanan Rutan.

“Normal seperti biasa. Jadi, untuk pelayanan ke masyarakat normal seperti biasa. Untuk pengamanan lebih kita perketat,” terangnya.

Sementara itu, petugas Polres Jakarta Timur sudah turun ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencari proyektil.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Arie Ardiyan menyatakan sasaran tembakan oleh orang tak dikenal di Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur, adalah pos penjagaan samping pintu masuk rutan. 

Informasi ini meluruskan berita sebelumnya yang menyebut sasaran tembak terjadi di Ruang Pelayanan Administrasi.

Baca Juga:  Deklarasi Pembangunan ZI Sekaligus Launching Radio Internal Di Lapas Sidoarjo

“Kaca di ruang penjagaan Rutan Klas I Cipinang,” kata Arie Ardiyan.

Arie melanjutkan jajarannya sampai saat ini masih mencari dua proyektil di sekitar tempat kejadian perkara. Ia menjelaskan pencarian proyektil dibutuhkan guna mendalami senjata yang digunakan pelaku dalam aksinya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur, AKBP Herry Purnomo, menjelaskan pihaknya juga akan menyisir sejumlah tempat di sekitar Rutan Cipinang. 

“Kemudian tidak hanya di sini saja, sepanjang rutan lapas dan narkotika akan kita cek semua. Siapa tahu ada motif lain yang bisa kita gali nanti dari situ,” tuturnya.

“Sementara kita masih mengumpulkan barbuk yang ada di sekitar TKP, kemudian saksi-saksi akan kita periksa dulu, kita akan dalami,” pungkasnya. (Red)