Romi Yudianto : WNA Bisa Masuk Indonesia Jika Penuhi Kriteria Pengecualian

TANGERANG – Pemerintah RI melalui Mentri Luar Negeri telah mengumumkan penutupan untuk akses kepada warga negara asing (WNA) yang akan memasuki wilayah Republik Indonesia.

Hal tersebut untuk mengurangi penyebaran virus jenis baru yang sudah mulai berkembang di negara luar.

Namun, dalam kebijakan yang berlaku mulai Jumat, 1 Januari 2021, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta Romi Yudianto mengatakan, ada kategori WNA yang masih diperbolehkan masuk.

“WNA bisa masuk ke Indonesia jika memenuhi kriteria pengecualian. Jika tidak, maka tidak diperbolehkan masuk,” kata Romi Yudianto, Minggu, (3/1/2021).

Baca Juga:  Optimalkan Pengawasan Orang Asing, Kanim Tanjung Perak Gelar Rapat TIMPORA di Bojonegoro

Menurut Romi, mereka yang diizinkan masuk di antaranya pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas.

“Serta pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas pemegang KITAS dan KITAP,” tuturnya.

Selain itu, Romi menjelaskan pengawasan di Bandara Soekarno Hatta dalam menerapkan aturan tersebut pada hari pertama berjalan baik.

Seluruh stakeholder terkait juga dianggap sudah memahami peraturan ini.

“Pada hari pertama, penerapan peraturan berjalan lancar di Bandara Soekarno Hatta. Satgas Udara Penanganan Covid-19 akan terus mengawal pemberlakuan SE 04/2020. Sejauh ini kami melihat stakeholder bandara sudah memahami peraturan ini,” tutup Romi.

Baca Juga:  Perketat Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Tanjung Perak Rapat Bersama Timpora Lamongan

Sementara itu, hal yang serupa dijelaskan Ketua Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban (TNI AU) menyebut bahwa, apabila ada WNA yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada periode penutupan maka yang bersangkutan harus kembali ke negara asal keberangkatan.

“Kami memohon pengertian bagi WNA yang tidak masuk dalam pengecualian dan mendarat saat periode penutupan maka yang bersangkutan harus terbang kembali ke negara asal keberangkatan,” katanya. (*)