Petugas Lapas Jombang Gagalkan Penyelundupan Ribuan Pil Koplo di Dalam Buah Salak

JOMBANG – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Jombang, berhasil menggagalkan penyelundupan barang terlarang, seperti yang dilakukan VN, isteri salah satu penghuni Lapas Jombang.

Agar tak terdeteksi polisi, pelaku mengemas sekitar 1.800 butir pil dobel L di dalam buah salak. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung melakukan pemeriksaan pada barang bawaan VN.

Kepala Lapas Kelas IIB Jombang, Mahendra Sulaksana saat dikonfirmasi, membenarkan terkait penggagalan masuknya narkoba di Lapas Jombang tersebut.

“Penggagalan diduga paket jenis pil dobel L ini terjadi tadi sekitar pukul 09.30 WIB. Ini merupakan modus baru peredaran narkoba jenis okerbaya,” kata Mahendra, Senin (24/8/2020).

Dijelaskannya, barang terlarang tersebut dibawa salah satu pengunjung berinisial VN. Dia merupakan istri salah satu penghuni Lapas Jombang berinisial WBP. Sebelum masuk, petugas pemananan Lapas, memang bertugas melakukan pemeriksaan pada barang bawaan setiap pengunjung.

Baca Juga:  Margono Gantikan Mahendra Sulaksana Jabat Karutan Gresik

“Petugas mencurigai buah salak yang dibawa VN,” sambungnya.

Pemeriksaan lebih detail pun dilakukan. Petugas lalu mengupas buah salak tersebut. Alhasil, buah salak di dalam kulitnya itu, sudah diganti dengan pil dobel L. Dikatakan Mahendra, pil dobel L tersebut kurang lebih sebanyak 1.800 butir.

“Pil tersebut dikemas dalam plastik dan dibungkus kulit salak yang dilem. Agar samar, salak berisi pil tersebut dicampur dengan buah salak asli,” jelasnya.

Pasca temuan itu, lanjut Mahendra, VN kemudian diserahkan ke Polres Jombang. “Kita serahkan ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Mahendra.

Baca Juga:  Komitmen Berantas Peredaran Narkoba, Rutan Surabaya Lakukan Operasi P4GN di Blok Hunian WBP

VN yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus penyelundupan 1.800 pil koplo dalam salak ke Lapas Jombang, mengaku mendapat imbalan uang Rp. 200 ribu dari orang yang tak dia kenal. Uang itu dikirim melalui transfer bank ke rekeningnya.

Namun demikian, hingga saat ini Polisi masih terus melakukan pengembangan, sejauh mana keterlibatan dan peran VN dalam peredaran gelap narkoba. Dalam kasus ini, VN berperan sebagai kurir dan telah ditahan di Mapolres Jombang. (Red)