Masuk Kategori High Risk, Kakanwil Tekankan Strategi Pengamanan di Lapas Porong

SIDOARJO – Dengan 2.742 Warga Binaan Pemasyarakatan, Lapas Kelas I Surabaya menjadi salah satu lapas yang punya potensi masalah yang kompleks.

Untuk meminimalisir terjadinya masalah dan konflik Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono melakukan pembinaan, monitoring, pengawasan dan pengendalian (bintorwasdal) di lapas yang terletak di Desa Kebon Agung, Porong itu.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Aula MD Arifin itu, Kalapas Porong Tony Nainggolan mengucapkan terima kasih atas pengarahan dan penguatan yang diberikan. Semoga bisa jadi modal yang akan menunjang tugas dan fungsi jajarannya.

Tony juga menjelaskan kondisi terkini lapas yang dipimpinnya. “Penghuni yang menonjol dan beresiko tinggi adalah sebanyak 2.007 orang adalah WBP kasus narkoba, 84 pidana korupsi, pidana mati 14 orang dan teroris 7 orang,” tuturnya.

Baca Juga:  Pimpin Apel di Kanim Madiun, Kakanwil Krismono Minta Pegawai Prioritaskan Layanan Publik

Mendengar penjelasan itu, Krismono yang didampingi Kadivpas Pargiyono menyebut bahwa Lapas Porong adalah lapas besar, potensi masalah dan resikonya pun senada. Untuk itu, perlu adanya strategi pengamanan yang baik.

“Selama ini, Pemasyarakatan di Jatim ini terkenal dengan banyaknya penghuni, tapi relatif aman dan kodusif,” ujar Krismono.

Kondisi yang aman dan kondusif ini harus dijaga dan dipertahankan. Salah satu kuncinya adalah memberikan pelayanan yang baik bagi pengguna layanan dalam hal ini WBP maupun keluarganya. Harus ada pendekatan dan komunikasi yang baik antara pegawai dan pengguna layanan.

Baca Juga:  Bintorwasdal Ke Korwil Madiun, Kakanwil Krismono Beri Arahan Kepada Pegawai Jajaran Pemasyarakatan

“Pegawai khususnya pejabat harus sering keliling blok. Bangun komunikasi yang baik dengan budaya diskusi atau jagongan,” terangnya.

Melalui forum tersebut, pegawai harus bisa menampung keluhan dan memberikan solusi yang terbaik. Sehingga hak dasar WBP bisa terpenuhi.

“Tantangan selanjutnya adalah bagaimana keamanan mengatur strategi agar lapas bersih dari handphone, pungli dan narkoba (halinar),” tegasnya.

Krismono juga melanjutkan bahwa harus ada reward and punishment bagi setiap pegawai yang berprestasi maupun yang indispliner. Dengan begitu, Kakanwil yakin Lapas Porong bisa mendapatkan predikat WBK tahun ini. (Red)