Lepas Dua Pimti, Kakanwil Krismono Apresiasi Kinerja dan Loyalitas

SURABAYA – Hari ini (31/8) Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono memasuki masa purna tugas. Pria asal Kebumen itu mengakhiri masa pengabdian selama 38 tahun di jajaran pemasyarakatan.

Sementara itu, capaian kinerja yang baik juga membuat Kadiv Keimigrasian Pria Wibawa mendapatkan apresiasi dengan promosi jabatan.

Seremonial untuk mengapresiasi capaian keduanya digelar di Aula Kanwil pagi ini. Seluruh pegawai kanwil dan perwakilan UPT jajaran hadir dengan mengenakan pakaian adat daerah.

Pargiyono menjabat Kadiv Pemasyarakatan Jatim selama 1 tahun 8 bulan. Dalam kurun waktu tersebut, telah banyak torehan prestasi yang dicatatkan olehnya.

Sinergitas antar satuan kerja terjalin dengan baik. Kolaborasi dengan Aparat Penegak Hukum juga terus kontinyu dilakukan.

Baca Juga:  Kakanwil Krismono Bahas Isu Terkini Pemasyarakatan dan Keimigrasian Bersama Kapolda Jatim

“Bahkan jelang pensiun bapak Pargiyono masih memberikan 100 persen dedikasinya dengan mempersiapkan UPT jajaran menghadapi penilaian TPN KemenPAN-RB untuk mewujudkan Zona Integritas menuju WBK/ WBBM,” puji Kakanwil Krismono.

Sementara kompatriotnya Kadiv Keimigrasian Pria Wibawa telah lebih dahulu memperoleh promosi.

Dia menjadi Direktur Pengawasan dan Penindakan pada Direktorat Jenderal Imigrasi.

Krismono menyebutkan bahwa ini merupakan prestasi membanggakan pada jajaran Imigrasi.

Capaian ini seolah menjadi ganjaran atas apa yang sudah diberikan bagi jajaran Imigrasi Jawa Timur.

Salah satunya, Pria sukses mengawal proses pembangunan hingga peresmian gedung baru Kantor Imigrasi Ponorogo, Pamekasan dan Kediri.

Baca Juga:  Tiadakan Layanan Kunjungan, Lapas Surabaya Optimalkan Video Call

“Layaknya kawah candradimuka Jatim jadi barometer para Pimti untuk meraih prestasi yang berujung reward promosi atas kinerja,” lanjut Krismono.

Krismono mengungkapkan merasa kehilangan keduanya. Bekerja bersama Pakdhe, sapaan akrab Pargiyono dan Pria Wibawa , anjut Krismono, adalah sebuah momen yang tidak bisa dilupakan. Kinerja dan loyalitas keduanya patut diacungi jempol.

“Jajaran Pemasyarakatan dan Keimigrasian Jatim menjadi lebih punya arti, sinergitas antar divisi terjalin dengan baik dan kooperatif,” ujar Krismono. (Red)