Lapas Malang Siap Sukseskan Program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan

MALANG – Usai berkunjung ke Lapas Kelas IIB Pasuruan, Staf Ahli Menkumham Bidang Politik dan Keamanan Y. Ambeg Paramarta melanjutkan kunjungan ke Lapas Kelas I Malang siang ini (12/11).

Tujuannya masih sama, melakukan monitoring dan evaluasi program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan.

Didampingi Kadiv Pemasyarakatan Pargiyono, Ambeg disambut langsung Kepala Lapas Kelas I Malang Agung Krisna dan jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan Korwil Malang.

Rombongan langsung melakukan inspeksi ke setiap sudut Lapas. Khususnya ruang pembinaan WBP.

Agung menjelaskan program revitalisasi yang telah dilakukan oleh jajarannya. Diawali dengan melakukan assesment terhadap 792 WBP. Assement ini dilakukan sebagai kualifikasi jenis tindak pidana yang dilakukan oleh WBP.

Baca Juga:  Tinjau Persiapan Lapas Sidoarjo, Kakanwil Coba Inovasi Radio Lapas Sidoarjo

Nah, menurut Agung dari hasil assesment yang telah dilakukan, Lapas Kelas I Malang lebih cocok diklasifikasikan sebagai Lapas Minimum Security. Dari status saat ini Medium Security.

“Karena kami ingin meningkatkan program pembinaan kerja produktif,” ujar Agung.

Pembinaan di bengkel kerja yang sedang diintensifkan saat ini adalah budidaya Jamur. Saat ini, hasil produksi jamur setiap harinya mencapai 40-50kg. Jamur hasil budidaya Lapas Kelas I Malang didistribusikan ke pasar lokal di daerah Malang.

“Permintaan pasar sangat tinggi, kami belum mampu memenuhi target permintaan pasar yang tiap hari minimal 100kg,” ungkap Agung.

Baca Juga:  3 UPT Jajaran Kemenkumham Jatim Berpotensi Raih WBK, 2 Lainnya Punya Peluang WBBM

Untuk itu, Agung berencana untuk memperluas sarana produksi agar mampu memenuhi target.

Sementara Ambeg mengapresiasi langkah yang ditempuh Lapas Malang. Dengan over kapasitas yang dialami oleh mayoritas Lapas/ Rutan di Indonesia, assement yang diambil Agung dan jajarannya terhadap WBP jadi quick respons serta langkah awal atas program revitalisasi.

Sekaligus sebagai solusi untuk mengurangi over kapasitas khususnya di Lapas Malang. Menurut Ambeg, semua program sudah berjalan dengan baik terutama di proses pembinaan,

“Terus tingkatkan tanpa mengesampingkan faktor keamanan dan hak-hak WBP selama di Lapas,” pesan Ambeg. (Red)