Lantik 31 Kepala UPT Pemasyarakatan Jajaran, Kakanwil Minta Semua UPT Pemasyarakatan WBK

SURABAYA – Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati melantik 89 pejabat struktural di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jatim siang ini (7/1).

Dari jumlah itu, sebanayk 31 diantaranya merupakan Kepala UPT Pemasyarakatan jajaran.

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Aula itu, disaksikan oleh para pimti pratama dan undangan kehormatan. Termasuk juga para keluarga dari pejabat yang dilantik.

Dalam sambutannya, Susy menekankan beberapa hal penting. Salah satunya adalah mengembangkan team work. Begitu pentingnya peningkatan kerjasama antar tim hingga menjadi salah satu prioritas yang harus dikembangkan.

“Sebagai pimpinan di masing-masing satker, saya berharap saudara yang baru saja dilantik dapat menjadi penggerak bagi tim yang akan dipimpinnya nanti,” ujarnya.

Baca Juga:  5 Kepala UPT Jajaran Kemenkumham Jatim Terima Penghargaan WBK/WBBM dari KemenPAN-RB

Susy lalu mengutip perkataan Menkumham Yasonna H Laoly mengucapkan If you want to do it, you can do it. It’s depends on the leader. Maksudnya, kalau memiliki keinginan untuk melakukan sesuatu hal, pasti akan terwujud. Dan itu semua tergantung oleh pemimpinnya.

“Karenanya jadilah pemimpin yang memiliki visi dan dapat menginspirasi,” pesannya.

Susy lalu meminta kepada pegawai untuk membuktikan bahwa memang layak untuk mendapatkan posisi saat ini.

Bahwa pelantikan ini bukanlah sekedar formalitas belaka, namun ada perjuangan dan dedikasi yang luar biasa besar telah diberikan sehingga layak untuk menerimanya.

Baca Juga:  Ini Pesan Kadiv Imigrasi di Sertijab dan Pisah Sambut Kakanim Madiun

Susy menutup sambutannya dengan sebuah kutipan dari sebuah tulisan hasil penelitian yang ditulis dalam artikel How To Be The Big Boss keluaran New York Times tahun 2017. Yang menunjukkan bahwa ternyata Kepercayaan merupakan kualitas yang paling penting dari seorang pemimpin yang efektif.

“Believable leader acts with integrity yang artinya Seorang pemimpin yang dapat dipercaya bertindak dengan integritas, karena integritas itulah modal awal lahirnya kepercayaan (trust),” pesannya. (Red)