Advertisement

Kemenkumham Jatim Mulai Jajaki Pembangunan Rumah Singgah Bagi Klien Bapas

MALANG – Kanwil Kemenkumham Jatim mulai menjajaki potensi pembangunan rumah singgah bagi klien pemasyarakatan di wilayah kerjanya.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jatim Teguh Wibowo menyatakan bahwa pembangunan rumah bertajuk Griya Abhipraya itu bertujuan untuk mengoptimalkan peran dan keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.

Pembahasan rencana pembangunannya dilakukan hari ini (9/6). Kegiatan yang digelar di Atrium Hall Atria Centra Hotel Malang itu dihadiri stakeholder terkait.

Mulai dari perwakilan Ditjen Pemasyarakatan hingga Kepala UPT Pemasyarakatan se-Korwil Malang.

Termasuk juga stakeholder eksternal yaitu perwakilan dari pemda, polres serta anggota Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas).

Advertisement

Menurut Teguh, saat ini telah terbentuk 180 Pokmas Lipas di 90 Bapas di 33 Wilayah. Pembentukan ini dilakukan untuk memberikan wadah bagi masyarakat untuk mengenal pemasyarakatan.

Yaitu dengan memahami peran yang dimiliki dalam pelaksanaan pemidanaan. Sekaligus mengetahui ruang-ruang yang dapat diberdayakan.

“Sehingga masyarakat dapat terlibat dan berkontribusi dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan sebagai pelaksanaan keadilan restoratif,” terang Teguh.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kinerja Pokmas Lipas yang terbentuk, lanjut Teguh, peran pemda dan stakeholder lainnya menjadi faktor pendukung dalam optimalisasi pemberdayaan Pokmas Lipas. Menyadari pentingnya peran tersebut, maka diselenggarakanlah kegiatan sosialisasi Pokmas Lipas.

“Acara ini sekaligus menggali peluang keterlibatan pemda untuk memberikan dukungan dan fasilitasi akses bagi anggota Pokmas Lipas dalam hal ini berupa rapat koordinasi,” urai Teguh.

Teguh menyinggung arti dari Griya Abhipraya yang bermakna sebagai rumah yang memiliki harapan. Apabila istilah ini dikaitkan dengan penyelenggaraan pemasyarakatan, maka rumah ini dapat diperuntukkan bagi para pelanggar hukum yang masih memiliki harapan untuk memperbaiki diri.

“Dan yang tak kalah pentingnya adalah meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi warga yang baik dan diterima kembali oleh masyarakat,” ujar Teguh.

Sebelumnya, sudah ada lima provinsi yang telah membangun rumah singgah tersebut,. Yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan dan Riau.

Kini ada tiga provinsi yang memiliki potensi tinggi dalam pembentukan Rumah Singgah yaitu Jawa Timur, Bali, dan Kalimantan Barat. (red)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button
%d blogger menyukai ini: