Advertisement

Kakanwil Marciana Minta Rutan Kupang Mutasikan WBP di Atas 2 Tahun ke Lapas

KUPANG – Ditengah meningkatnya penyebaran Covid-19 yang lagi trend belakangan ini, secara khusus di lingkungan instansi pemerintah.

Menjadi perhatian tersendiri bagi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham NTT, Marciana D. Jone untuk terus mengingatkan jajarannya agar selalu ketat dan taat menerapkan Prokes saat memberikan layanan.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, Kakanwil Marciana mengunjungi Rutan Kupang dalam rangka memonitor penerapan Prokes dan SOP penanganan Covid-19 secara efektif guna meminimalisir risiko penyebaran virus tersebut yang makin merebak, pada Rabu (02/03/2022).

Dalam pemantauannya, beberapa petugas yang ditemui pada pos-pos layanan diingatkan agar selalu menggunakan masker saat bertugas.

“Sebagai pelayan publik yang secara langsung berinteraksi dengan masyarakat, selain mengutamakan layanan kita juga harus tetap waspada dengan tetap menerapkan Prokes yang ketat,” pesannya.

Advertisement

Selain itu, diimbau juga kepada petugas agar masyarakat yang akan berkunjung, diarahkan mengikuti SOP pelayanan di masa Covid-19 yang diberlakukan agar wabah ini jangan sampai masuk ke dalam Rutan.

Selanjutnya, Kakanwil juga menyempatkan diri melihat kondisi dan berdialog dengan beberapa Tahanan yang tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti sidang Online.

Dirinya menjelaskan bahwa Kemenkumham telah menyediakan bantuan hukum secara gratis bagi masyarakat kurang mampu melalui Organisasi Bantuan Hukum. Jadi apabila saudara/Tahanan di tempat ini belum mendapatkan pendampingan dari penasehat hukum.

Segera sampaikan petugas agar menghubungi organisasi bantuan hukum yang telah terakreditasi di Kemenkumham NTT untuk melakukan pendampingan hukum kepada para Tahanan.

“Bantuan hukum ini gratis tidak dipungut biaya, syaratnya cukup melengkapi surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat,” katanya kepada Tahanan yang ditemui.

Selain itu, kepada pihak Rutan Kupang Kakanwil juga menghimbau agar warga binaan yang telah divonis hukuman 2 tahun ke atas. Secepatnya dieksekusi atau dipindahkan ke Lapas. Hal Ini bertujuan mengurangi kapasitas isi Rutan agar mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban serta meminimalisir risiko penyebaran Covid-19.

Sebagai antisipasi penangulangan Covid-19, Kakanwil kembali ingatkan agar petugas maupun WBP yang belum di Vaksin tahap I dan II maupun Bosster secepatnya di data agar dikoordinasikan dengan pihak kesehatan setempat untuk diberikan pelayanan.

“Saya terus pastikan agar semua ASN Pengayoman di NTT di vaksin. Selain itu WBP di Lapas/Rutan juga harus diberikan Vaksin secara merata, karena ini bentuk kontribusi dalam mendukung pemerintah mempercepat penanganan Covid-19,” ujarnya.

Kakanwil juga ingin agar pemberian vitamin dan penambah daya tahan tubuh rutin diberikan kepada petugas maupun WBP. Menambahkan, tidak lupa lakukan juga penyemprotan disinfektan secara berkala di setiap lingkungan kantor.

Diakhir kunjungan ini, Kakanwil juga menginformasikan berkaitan dengan cuaca beberapa pekan terakhir di wilayah Nusa Tenggara Timur yang diguyur hujan berdampak pada meningkatnya jumlah kasus demam berdarah yang terus bertambah.

“Saya minta jajaran Rutan Kupang meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) lebih khusus kepada WBP. Segera mengambil langkah awal dengan melaksanakan fogging di lingkungan kantor secara rutin,” ucapnya.

Komunikasikan hal tersebut dengan Dinas Kesehatan setempat agar secepatnya dilakukan penyemprotan untuk menghindari bersarangnya nyamuk.

“Secara rutin mengarahkan warga binaan untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan Rutan dan mewajibkan warga binaan agar rutin menguras bak mandi untuk menghindari bersarangnya nyamuk, terutama nyamuk aedes aegypti yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah,” tutup Kakanwil. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Back to top button