Kakanwil Kemenkumham NTB Haris Sukamto Ditolak Sipir Lapas Dompu, Kenapa??

DOMPU – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Haris Sukamto menyamar dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong sekitar pukul 01.00 wita dini hari dengan dalih ingin membesuk putranya yang menjadi penghuni (Napi) di Lapas Dompu.

Dengan komitmen dan konsisten, Sipir yang bertugas malam itu langsung menolak dengan alasan tidak ada jam besuk di malam hari, kemudian sang penyamar mencoba memberikan martabak yang sengaja dibelikan Kakanwil, dengan tegas sipir juga menolak pemberian itu.

Kemudian Haris berusaha dengan cara lain, yaitu dengan menawarkan uang Rp. 200 ribu, itupun ditolak oleh sipir, bahkan hingga ditambah nominalnya menjadi Rp. 500 ribu, uang sejumlah itupun ditolak sipir dengan alasan “Kami tidak boleh menerima suap dari siapapun’.

Baca Juga:  Jelang Tengah Malam, Kadivmin Sidak Lapas Pasuruan

Karena beberapa kali tawarannya ditolak hingga tidak diperkenankan masuk, maka Haris mulai marah dan suruh memanggil atasannya yaitu Kalapas, dan malam itu datanglah Kalapas dan seketika mengenal bahwa sang penyamar adalah Kakanwil, baru mereka sadar bahwa ternyata kejadian yang baru saja mereka alami merupakan ujian dan Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik.

Kejadian semacam itu sengaja dilakukan Kakanwil dalam rangka pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang dideklarasikan Kementerian Hukum dan HAM RI.

“Kasus kriminal khusus sekarang ini meningkat, untuk itu harus diperangi, terutama kasus narkoba yang hingga kini di NTB kasusnya meningkat bahkan sampai 60 persen”. “Diharapkan dukungan kita semua yaitu melarang handphone (HP) masuk kedalam Lapas, karena alat komunikasi seperti HP akan memudahkan akses narkoba masuk kedalam Lapas”, terang Kakanwil Haris.

Baca Juga:  Dua Kepala Biro Sekretariat Jenderal Kemenkumham Berikan Penguatan Satker Jajaran

Terkait dengan integritas ASN Kemenkumham, maka dibentuklah Sat ops Nal, bahwa rool model ada dalam diri dan lingkungannya, sehingga tidak ada yang dikesampingkan, tidak ada yang dikucilkan, semua ASN harus bertanggungjawab sesuai perjanjian yang telah ditandatangani dalam Pakta Integritas.

“Makanya sekarang ini kepada ASN hanya diberikan reward dan bukan zamannya lagi diberikan panishmen,” papar Kakanwil.

Diakhir pertemuan, dengan terbuka Kakanwil memberikan apresiasi kepada Lapas Dompu yang telah banyak menampakkan perubahannya, dimulai dari depan sudah terlihat nilai estetikanya karena kebersihan dan kerapiannya, demikian pula dengan penataan kantor dan keadministrasiannya. (Red)