Kakanwil Ibnu Chuldun Puji Inovasi Digital Payment Lapas Cipinang

JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DKI Jakarta meresmikan Digital Payment melalui Face Recognition yang dicanangkan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang, pada Senin (22/11/2021).

Kegiatan ini ditujukan dalam rangka mendukung program bebas peredaran uang dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang.

Bertempat di Aula Gedung II Lapas Kelas I Cipinang, Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Tonny Nainggolan memberikan laporan kegiatan yang merupakan simbol dari komitmen dan kerja sama dengan stakeholder terkait dengan menjalankan Permenkumham Nomor 29 Tahun 2017 tentang perubahan atas Permenkumham Nomor 6 Tahun 2013 tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara, melaksanakan prinsip dasar Pemasyarakatan (Back to Basics) tentang keamanan dan ketertiban berupa strategi pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.

Baca Juga:  Mayoritas WBP Lapas Porong Puas Dengan Cita Rasa dan Penampilan Menu Makanan

Kakanwil Kumham DKI Jakarta, Ibnu Chuldun menyampaikan bahwa peresmian ini merupakan persiapan dalam meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), dan merupakan implementasi dari pencanangan DKI Jakarta bebas pungli oleh Gubernur DKI Jakarta.

“Keberhasilan Lapas Cipinang dalam pelaksanaan tugas fungsi Pemasyarakatan tidak lepas dari keberadaan 3 Pilar Pemasyarakatan yaitu Petugas Pemasyarakatan, Narapidana dan masyarakat,” puji Kakanwil.

Menurut Tonny Nainggolan, Digital Payment merupakan salah satu cara yang ditempuh oleh Lapas Kelas I Cipinang agar transaksi jual beli yang dilaksanakan di kantin-kantin koperasi bisa dilakukan dengan cashless atau non tunai.

Baca Juga:  Verifikasi Lapangan, Tim Penilai Nasional Apresiasi Inovasi Lapas Narkotika Jakarta

“Selain untuk memberikan keamanan bagi pemilik uang hal ini juga dapat menghindarkan diri dari terjadinya pungli antara narapidana dengan narapidana lainnya maupun narapidana dengan Petugas,” ujar Tonny. (Red).