Kadiv Imigrasi dan Kadiv Administrasi Kanwil Jatim Hadiri RDK Rudenim Surabaya

PASURUAN – Kepala Divisi (Kadiv) Imigrasi Pria Wibawa dan Kadiv Administrasi Indah Rahayuningsih hadiri Rapat Dalam Kantor (RDK) Rudenim Surabaya, Senin (11/05/2020).

RDK dilaksanakan dalam rangka penguatan Rudenim Surabaya pada penilaian Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) yang dilakukan oleh Tim Penilai Internal.

Mengawali acara, Kepala Rudenim Surabaya Heru Hartono menyampaikan tentang kondisi Rudenim Surabaya.

Kondisi ini, Rudenim Surabaya relatif kosong mengingat tugas dan fungsi Rudenim Surabaya sekarang kembali ke awal yakni pendetensian,pengisolasian dan pendeportasian.

“Sejak adanya Perpres No.125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri, Rudenim Surabaya relatif kosong. Karena lebih dari 300 pengungsi pun sudah diserahkan tanggung jawabnya kepada Pemda Sidoarjo,” tegas Heru.

Ia menceritakan tentang proses Rudenim Surabaya dalam meraih WBK. “Sejauh ini, kami sudah berproses dan sudah melengkapi semua data dukung terkait 6 area perubahan,” terang Heru.

Heru berharap kepada Kadiv Imigrasi dan Kadiv Administrasi untuk memberikan masukan agar Rudenim Surabaya berhasil meraih predikat WBK Tahun 2020.

Baca Juga:  Warga Somalia Ini Akhirnya Pulang Dengan Sukarela

Heru juga menjelaskan inovasi Rudenim Surabaya. Diantaranya yang menjadi unggulan ialah Sistem Pengelolaan Informasi dan Administrasi Terpadu (SiPidat). SiPidat dibangun oleh tim Rudenim Surabaya dengan biaya 0 rupiah.

“Kami bangun aplikasi ini dengan tujuan mempermudah kinerja Rudenim Surabaya terutamanya dalam hal pelaporan bulanan pengungsi,” terang Heru.

Pada sambutan awal, Pria menyampaikan, bahwa semua UPT di Jawa Timur khususnya UPT Keimigrasian pada tahun 2020 harus berjuang untuk mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Untuk yang sudah WBK, harus mendapatkan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), terang Pria.

Pria mengingatkan kembali, esensi dari pembangunan WBK di UPT ialah melakukan perubahan yang lebih baik lagi.

“Jadi, UPT dalam proses pembangunan WBK, harus menunjukkan suatu proses yang mengarah ke yang lebih baik,” tegas Pria.

Proses pengusulan WBK Rudenim Surabaya merupakan amanat Direktur Jenderal Imigrasi yang disampaikan pada awal tahun 2020.

Sementara itu, Kadiv Administrasi Indah memberikan penguatan tentang 6 area perubahan. Ia mengatakan Rudenim Surabaya harus terus semangat membangun WBK.

Baca Juga:  Kepala Rudenim Surabaya Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Secara Virtual

“Meski objek pelayanan tidak seperti di kantor lain. Rudenim Surabaya kan juga melayani secara internal, bukan hanya eksternal saja,” tegas Indah.

Indah meminta untuk pelayanan internal harus dimaksimalkan seperti pelayanan pegawai untuk kenaikan pangkat dan pembayaran gaji.

Menurut Indah, pembangunan WBK tidak hanya dilaksanakan dalam waktu singkat.

“Tidak hanya dilakukan dalam waktu singkat prosesnya. Karena sejatinya WBK itu terus menerus prosesnya,” tegas Indah.

Perihal 6 area perubahan, masing masing pokja harus benar benar siap. “Karena nanti tim TPI dari Itjen Kemenkumham akan menanyakan progresnya setiap pokja,” terang Indah.

Semua punya peran penting dalam suksesnya pembangunan WBK. “Semuanya harus siap, nanti pada saat penilaian, Kasatker akan presentasi sejauh mana progres pembangunan WBK,” terang Indah.

Indah melanjutkan, ketika sesi tanya jawab, Kasatker harus bisa menjawab dengan detail dan bisa dilengkapi jawaban dari pokja yang bersangkutan. (Red)

- Advertisement -