Advertisement

Dialog dengan WBP Rutan Surabaya, Kadivpas Harap Suasana Tetap Kondusif

SIDOARJO – Rencana perluasan hunian membuat Rutan Surabaya di Medaeng banyak melakukan redistribusi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Baik pemindahan antar blok, maupun ke lapas/ rutan lain.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jatim Teguh Wibowo melakukan pendekatan langsung kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang menghuni rutan yang dipimpin Wahyu Hendrajati itu.

Sesi dialog informal dengan WBP itu dilakukan Teguh saat melakukan inspeksi mendadak sore ini.

Teguh sengaja tidak memberikan informasi kepada pejabat struktural. Dia ingin mendapatkan gambaran kondisi rutan se-natural mungkin.

Teguh lalu menghampiri satu persatu WBP yang tegabung dalam kelompok-kelompok kecil. Terutama WBP yang berada di Blok C.

Advertisement

Bahkan, pria kelahiran Jakarta ini menyempatkan diri mengecek ke dalam blok hunian.

Dia bertanya banyak hal terkait pelayanan yang diberikan pihak rutan. Mulai dari kenyamanan ruang hunian hingga kebersihan makanan.

“Jika ada penyimpangan, ngomong saja, nanti akan kami tindaklanjuti,” ujar Teguh, Selasa (15/3).

Salah satu WBP berinisial MHY menyebutkan bahwa kondisi di Rutan Surabaya jauh berbeda daripada tahun lalu.

Pasalnya, saat ini dari sisi jumlah penghuni juga jauh berkurang. Dari yang jumlahnya sekitar 2.500-3.000 orang, saat ini rata-rata penghuninya ‘hanya’ sekitar 1.250 saja.

“Tentunya kami bisa lebih lega, lebih bisa bernafas, Alhamdulillah,” tutur MHY.

Dia berharap kondisi ini bisa dipertahankan. Atau bahkan semakin berkurang. Agar dirinya lebih tenang dalam menjalani hukuman.

“Makan tidak pernah telat, dan tidurpun nyenyak,” ujar MHY yang terjerat kasus narkotika itu.

Selain pemenuhan hak, Teguh juga menekankan kewajiban yang harus dilakukan WBP. Mulai dari turut menjaga kebersihan lingkungan hingga menjaga keamanan dan ketertiban.

“Sebagai WBP harus disiplin, ikuti program pembinaan dengan baik,” pesan Teguh.

Dengan dialog ini, Teguh berharap kondisi Rutan Surabaya terus kondusif. Dia meminta seluruh jajarannya, terutama para Kalapas dan Karutan untuk mau turun ke bawah, mendengarkan aspirasi dari WBP. Apalagi Rutan Surabaya tahun ini akan dimekarkan.

“Kami berharap kapasitasnya bisa sampai seribu orang, sehingga akan lebih nyaman untuk ditempati,” jelas Teguh. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Back to top button