Bintorwasdal Ke Korwil Madiun, Kakanwil Krismono Beri Arahan Kepada Pegawai Jajaran Pemasyarakatan

MADIUN – Kunjungan kerja Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono di Madiun berlanjut. Usai memimpin apel pegawai di Kanim Madiun, Krismono memberikan penguatan dan arahan kepada pegawai jajaran pemasyarakatan pagi ini (10/2).

Krismono memprioritaskan pembangunan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Corporate University (Corpu).

Penguatan dan pengarahan itu dilakukan di Auditorium RA Koesnoen Lapas Kelas I Madiun. Seluruh kepala UPT Korwil Madiun hadir. Sedangkan seluruh pegawai di Lapas Kelas I, Lapas Pemuda Kelas IIA dan Bapas Madiun menjadi peserta.

Acara diawali dengan laporan yang disampaikan Kalapas Kelas I Madiun Thurman SM Hutapea. Dia melaporkan bahwa pihaknya telah menabuh genderang menuju WBK.

Tidak ada alasan untuk menolak. Langkah-langkah seperti pendeklarasian, pembentukan pokja dan penyusunan dokumentasi telah dilakukan.

Baca Juga:  Bintorwasdal ke Rutan Surabaya dan Lapas Sidoarjo Kakanwil Tekankan Kebersihan Lingkungan

“Kami sedang menunggu tim dari kanwil untuk melakukan survei,” terangnya.

Thurman mengungkapkan bahwa pihaknya menjadikan tata nilai PASTI adalah api yang menjadi bahan bakar pihaknya dalam berkinerja. Dan menjadi rambu-rambu dalam melaksanakan tugas.

“Namun kami tetap membutuhkan penguatan dari bapak kakanwil agar lebih terarah dalam berkinerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kakanwil Krismono mengungkapkan perlu ada program kreatif dan inovatif untuk meraih WBK. Dia meminta agar UPT yang menuju WBK tidak perlu malu-malu mencontoh satker lain yang sudah baik.

“Bentuk tim kreatif, untuk membuat program-program kreatif. Setiap hari harus diskusi program,” terangnya.

Selain itu, Krismono mengungkapkan bahwa WBK bukan tanggungjawab pimpinan saja. Tetapi seluruh pegawai harus tergerak.

Bagaimana kita bisa menterjemahkan atau menjalankan arahan dari pimpinan itu. Seluruh elemen harus bergerak. Mendukung pimpinan.

Baca Juga:  Data Sementara, 10.107 WBP Jatim Dapatkan Remisi Khusus Idul Fitri 2020

“Kalau tidak mau, laporkan ke saya, akan saya bina di kantor wilayah,” ujarnya.

Selain itu, Krismono juga menekankan pentingnya pengawasan dan pengendalian. Jangan takut dengan pengaduan. Jangan menghindar. Tapi segera ditindaklanjuti. Jadikan sarana untuk melakukan perubahan.

“Kalau kita bekerja harus mencintai organisasi, sehingga bisa semakin optimal,” terangnya.

Terakhir, Krismono mengingatkan agar seluruh pegawai melakukan peningkatan kapasitas berbasis corpu. Menurutnya, dengan corpu, pembinaan tidak lagi dilakukan dengan metode klasikal.

Namun, juga bisa melalui program coaching and mentoring dari senior ke junior maupun sebaliknya.

“Jangan sampai melakukan penyimpangan kinerja, saya tidak segan mencopot pegawai yang melakukan penyimpangan,” terangnya. (Red)