Berikan Pelayanan Prima, Kanim Surabaya Terjunkan Tim Mobile Satgas Haji 2020

SIDOARJO – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus TPI Surabaya kembali membuka layanan Mobile Satgas Haji 2020, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo, Senin (10/2/2020).

Layanan ini ditujukan bagi para calon tamu Allah guna memberikan kemudahan dan juga pelayanan yang terbaik sehingga mereka tidak perlu melakukan foto paspor ke Kantor Imigrasi Surabaya, di Jalan Raya By pass Juanda Sedati.

Didampingi Plt Kepala Kemenag Sidoarjo, Mohammad Arwani, Kepala Kanim Surabaya, Barlian menyampaikan bahwa layanan ini guna mendukung upaya pelayanan yang diberikan Imigrasi kepada masyarakat.

Barlian juga kepada Calon Jamaah Haji (CJH) agar data diri para jamaah telah sesuai dengan semua dokumen persyaratan guna kelancaran proses pembuatan paspor.

Baca Juga:  Inilah Capaian Kinerja Kanim Surabaya Pada Semester I Tahun 2019

“Para CJH harus berterus terang saat ditanya petugas, jika sudah memiliki paspor atau belum. Termasuk jika paspor mereka hilang. Tujuannya, agar proses perekaman berjalan lancar,” kata Barlian didampingi Kabid Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian (Doklan Intalkim), Wahyu Wibisono.

Layanan Mobile Satgas Haji di Sidoarjo akan dilaksanakan selama empat hari hingga Kamis, 13 Februari 2020, dan akan dilanjutkan ke lokasi berikutnya di Kemenag Surabaya dan Mojokerto.

Menurut Barlian, sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat dengan jarak yang lebih dekat, Kanim Surabaya menjemput bola istilahnya.

Baca Juga:  Kakanwil Kumham Jatim Pantau Langsung Pekerja Asing di Pabrik Gudang Garam

“Dengan konsep layanan Mobile Satgas Haji 2020 ini, kami yakin masyarakat khususnya calon jamaah haji akan senang dengan pelayanan kami ini,” terang Barlian.

Untuk total kuota Layanan mobile satgas haji untuk CJH Sidoarjo adalah 1.420 orang Jamaah. Pada hari ini ada sekitar 350 CJH yang dijadwalkan melakukan perekaman. Pada hari kedua, ada 365 Jamaah Haji. Sedangkan hari ketiga 352 CJH, dan hari terakhir 353 CJH.

“Warga yang sudah terdaftar sebagai CJH sekitar 2.500 orang. Sisanya yang tidak perekaman disini berarti sudah memiliki paspot,” pungkasnya. (pank)